emberbocor.blogspot.com

                                        budidaya
        KOPI
Coffea Arabica l

Kopi:(coffea Arabica l=coffea Robusta l)
Merupakan salah satu komoditas perkebunan.sistimatika tanaman kopi merupakan:


Rounded Rectangle: Devisi		:  Spermatophyta		Famili		:  Rubiacea
Kelas		:  Magnoliophtya		Genus		:  Coffea
Sub kelas	:  Magnoliopsida		Spesies  	:  Coffea spp
Ordo		:  Rubiales
 



Kopi merupakan salah satu komoditas perkebunan yang berperan penting bagi perekonomian indonesia.selama ini indonesia dikenal sebagai produsen kopi robusta dengan pangsa sebesar 20% dari ekspor kopi robusta dunia  .kawasan segitiga kopi yang meliputi provinsi lampung,sumatra selatan dan bengkulu merupakan daerah penghasil kopi robusta utama di indonesia,sedangkan areal kopi arabika terbesar adalah sumatra(Aceh dan sumatra utara).
Luas areal perkebunan kopi di indonesia pada tahun 2013 mencapai 1.240.919 dengan produksi 698.887 ton.volume ekspor kopi indonesia pada tahun 2012 mencapai 448.591 ton dan menghasilkan devisa bagi negara sebesar 1.249.520 US$.usaha perkebunan kopi pada tahun 2013 melibatkan 1.904.165 KK dan mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 62.863.
TEKNIS BUDIDAYA:
1.       LAHAN DAN AGROKLIMAT
Faktor lahan mempunyai andil yang cukup besar dalam mendukung tingkat produktivitas kopi.agar diperoleh pertumbuhan dan produksi yang banyak,tanaman kopi memerlukan persyaratan tumbuh sebagai berikut:

a.   Tanah :
-kemiringan tanah kurang dari 30%
-kedalaman tanah efektif lebih dari 100 cm
-PH tanah 5,5-6,5
-Tekstur tanah berlempung ( loamy )dengan struktur lapisan atas tanah remah.

b.  Iklim :
-Tinggi tempat :1000-2000 m dpl ( kopi arabika ) dan 100-600 mdpl (kopi robusta).
-Temperatur optimal : 150°c-250°c (kopi arabika),210°c-240°c (kopi robusta).
-Bulan kering :curah hujan <60 mm/bulan),1-3 bulan.
-Curah hujan :1.250-2500 mm/tahun.

2.     BENIH:
a.   Kopi Arabika
Penanaman kopi arabika umumya menggunakan bibit asal benih unggul (semalam dari benih unggul).pada daerah yang endemic nematodea dapat dipakai bibit sambungan dengan batang sawah setek klon BP 308 yang tahan nematoda disambung dengan batang atas varieatas kopi arabika anjuran.

b.  Kopi Robusta
Penanamanya dilakukan secara poliklonal,3-4 klon kopi robusta unggul karena kopi robusta umumnya menyerbuk silang.


3.      PENANAMAN
a.   pembuatan lubang tanaman
-ukuran lubang tanaman adalah 60 cmx60 cmx40 cm         berbentuk trapesium.
 -lubang tanam sebaiknya dibuat 6 bulan sebelum penanaman.
-tanah galian atas dan bawah dipisahkan.
-3 bulan sebelum tanam,lubang ditutup 2/3 bagian dengan tanah lapisan atas dicampur dengan bahan organik/pupuk kandang/kompos.

b.  cara penanaman

>penanaman dilakukan pada awal musim hujan,hindari penanaman pada saat panas terik.
>sebelum penanaman lubang tanam dipadatkan dan tanah dicangkul sedalam 30 cm
>bibit ditanam sebatas leher akar,tanah dipadatkan,polibag yang telah disobek dengan parang atau arit ditarik keluar.
>penutup lubang tanam dibuat cembung agar tidak terjadi genanga air.
>tanaman yang mati agar segera dilakukan penyulaman selama musim hujan.


PEMELIHARAAN TANAMAN
1.    PEMUPUKAN

*pupuk yang digunakan adalah pupuk organik dan anorganik.
*pupuk organik berupa kompos,pupuk kandang atau limbah kebun yang telah dibuat kompos.
*dosis pupuk aplikasi organik adalah 10-20 kg/pohon/tahun.
*dosis umum pupuk anorganik disajikan pada tabel 1.
*pupuk diberikan selama 2 kali,yaitu pada awal dan akhir musim hujan

waktu dan dosis pemupukan pada tanaman kopi
No.
Jenis dan dosis pupuk

Awal musim hujan (g/th)              Akhir musim hujan (g/th)

urea
Sp 36
kcl
kieserit
urea
Sp 36
kcl
kieserit
1
20
25
15
10
20
25
15
10
2
50
40
40
15
50
40
40
15
3
75
50
50
25
75
50
50
25
4
100
50
70
35
100
50
70
35
5-10
150
80
100
50
150
80
100
50
>10
200
100
125
70
200
100
125
70


2.   PEMANGKASAN

·       Pemangkasan tanaman kopi arabika maupunkopi robusta dapat menggunakan sistem batang unggul maupun sistem batang ganda.
·       Secara teknis pemangkasan batang unggul lebih unggul namun memerlukan perawata yang lebih intensif.
·       Batang tanaman TBMatau TM 1 yang mempunyai ketinggian ±1m dipenggal dan 3 cabang primer dipotong pada ketinggian 80­ 100 cm sebagai unit “Etape I” pemotongan cabang dilakukan pada ruas 2-3 dan pasangan cabang primer yang dipotong dihilangkan.
·       Tunas yang tumbuh pada cabang primer yang telah dipotong dilakukan pemotongan ulang secara kolektif.
·       Semua wiwilan yang tumbuh pada batang dihilangkan agar pencabangan kuat.
·       Setelah batang dan “Etape I” tumbuh kuat,1wiwilan yang tumbuh dibagian atas dipeliharasebagai bayonet dan 2-3 cabang plagiotrop terbawah dihilangkan,kemudian dilakukan pembentukan calon tangan “Etape II” pada ketinggian 120-140 cm cara sama seperti pada “Etape I” tetapi arahnya berbeda.
·       Setelah “Etape II” terbentuk, “Etape III” dengan ketinggian 160-180 cm.perlakuannya seperti pembentukan “Etape I” dan “Etape II” sehingga terbentuk pangkasan “mersi”.

PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT
1.    Nematoda Parasit:
¤ pada pembukaan tanaman baru dan sulaman sebaiknya menggunakan bahan tanam tahan terhadaphama ini berupa batang bawah BP 308.
¤pada tanaman yang terserang diaplikasi dengan pupuk kandang 10 kg/pohon/6 bulan dan jamur paecyomyces lilacinus strain 251 sebanyak 25Gram/pohon/6 bulan.

2.   Penggerek buah kopi (PBKo)
>pengendalian secara kulturteknis yaitu dengan memutus hidup PBKo.
>pengendalian secara biologi yaitu dengan menggunakan parasitosid dan jamur pathogen serangga ( beauveria bassiana).
>penggunaan tanaman yang masak serentak.
>penggunaan perangkap (trap) yaitu memasang alat perangkap dengan senyawa penarik Hypotan atau brocap trap dengan kepadatan 24 perangkap per hektar selama dan setelah musim panen.

3.   Penyakit karat daun pada kopi Arabika
#pengendalian secara hayati,menanam varietas kopi arabika yang tahan atau toleran,misalnya lini S 795 dan USDA 762.
#pengendalian secara kultur teknis,dengan memperkuat kebugaran tanaman melalui pemupukan berimbang,pemangkasan dan pemberian naungan yang cukup.

PANEN
1.    Biji kopi yang bermutu baik dan disukai konsumen berasal dari buah kopi yang sehat,bernas dan petik merah.
2.    Ukuran kematangan buah ditandai oleh perubahan warna kulit buah yang telah merah.
3.    Buah kopi masak mempunyai daging buah lunak dan berlendir serta mengandung senyawa gula yang relatif tinggi sehingga rasanya manis.
4.    Pemanenan buah yang belum masak (buah warna hijau atau kuning) dan buah lewat masak  (buah warna hitam) atau buah tidak sehat akan menyebabkan mutu biji kopi menurun dan cita rasanya kurang enak.
5.    Buah yang telah dipanen harus segera diolah,penundaan waktu pengolahan akan menyebabkan penurunan mutu.

PENGOLAHAN
CARA PENGOLAHAN KOPI:
1.     PENGOLAHAN BASAH
·        Sortasi buah kopi,buah baik dan masak dipisahkan dari buah busuk,mentah dan dari kotoran lainnya.
·        Buah kopi dimasukkan dalam bak sortasi yang berisi air bersih.buah yang mengapung dipisahkan dari buah yang tenggelam dan diolah terpisah.
·        Penguapan kulit buah (pulp)dan pencucian lendir.
·        Fermentasi kopi arabika dilakukan selama 36 jam,pembilasan setiap 12 jam kemudia dicuci untuk menghilangkan lendir.
·        Kopi gabah (kopi HS)ditiriskan beberaoa jam.
·        Untuk kopi arabika,kopi HS dijemur sampai kadar air 30%atau dengan mesin ,dengan suhu maksimum 45°c atau dijemur hingga12%.
·        Untuk kopi robusta,kopi HS dijemur atau dikeringkan dengan mesin pada suhu maksimum 800°c berangsur-angsur diturunkan samapi 600°c hingga kadar air lebih rendah dari 12%.

2.     Pengolahan kering
·        Buah kopi disortasi,buah bagus dan masak dipisahkan dari buah belum masak dan kelewat masak,buah cacat dan kotoran lainnya.
·        Untuk kopi arabika,buah koi dijemur hingga kadar air 30% dan dikeringkan dengan mesin pada suhu maksimum 600°c atau dijemur hingga kadar air kurang dari 13%
·        Untuk kopi robusta,buah kopi dijemur atau dikeringkan dengan mesin pada suhu maksimum 800°c hingga kadar air kurang dari 13%.
·        Buah kopi kering yang diperoleh dikupas kulitnya menggunakan mesin penggerbus (huller).

PENGGERBUSAN
Buah kopi kering atau kopi HS kering digiling dengan mesin huller untuk mendapatkan biji kopi pasat (kopi beras).penggerebusan sebaiknya menggunakan mesin-mesin yang sudah ada.

Sumber:kementrian pertanian direktorat iendral perkebunan 2014