budidaya
KOPI
Coffea Arabica l
Kopi:(coffea
Arabica l=coffea Robusta l)
Merupakan salah
satu komoditas perkebunan.sistimatika tanaman kopi merupakan:
![]() |
Kopi
merupakan salah satu komoditas perkebunan yang berperan penting bagi
perekonomian indonesia.selama ini indonesia dikenal sebagai produsen kopi
robusta dengan pangsa sebesar 20% dari ekspor kopi robusta dunia .kawasan segitiga kopi yang meliputi provinsi
lampung,sumatra selatan dan bengkulu merupakan daerah penghasil kopi robusta
utama di indonesia,sedangkan areal kopi arabika terbesar adalah sumatra(Aceh
dan sumatra utara).
Luas
areal perkebunan kopi di indonesia pada tahun 2013 mencapai 1.240.919 dengan
produksi 698.887 ton.volume ekspor kopi indonesia pada tahun 2012 mencapai
448.591 ton dan menghasilkan devisa bagi negara sebesar 1.249.520 US$.usaha
perkebunan kopi pada tahun 2013 melibatkan 1.904.165 KK dan mampu menyerap
tenaga kerja sebanyak 62.863.
TEKNIS
BUDIDAYA:
1.
LAHAN
DAN AGROKLIMAT
Faktor lahan mempunyai andil yang cukup besar dalam
mendukung tingkat produktivitas kopi.agar diperoleh pertumbuhan dan produksi
yang banyak,tanaman kopi memerlukan persyaratan tumbuh sebagai berikut:
a.
Tanah :
-kemiringan tanah kurang dari 30%
-kedalaman tanah efektif lebih dari 100
cm
-PH tanah 5,5-6,5
-Tekstur tanah berlempung ( loamy
)dengan struktur lapisan atas tanah remah.
b.
Iklim :
-Tinggi tempat :1000-2000 m dpl ( kopi arabika ) dan
100-600 mdpl (kopi
robusta).
-Temperatur optimal : 150°c-250°c (kopi arabika),210°c-240°c (kopi robusta).
-Bulan kering :curah hujan <60
mm/bulan),1-3 bulan.
-Curah hujan :1.250-2500 mm/tahun.
2.
BENIH:
a.
Kopi Arabika
Penanaman kopi
arabika umumya menggunakan bibit asal benih unggul (semalam dari benih
unggul).pada daerah yang endemic nematodea dapat dipakai bibit sambungan dengan
batang sawah setek klon BP 308 yang tahan nematoda disambung dengan batang atas
varieatas kopi arabika anjuran.
b.
Kopi Robusta
Penanamanya
dilakukan secara poliklonal,3-4 klon kopi
robusta unggul karena kopi robusta umumnya menyerbuk silang.
3.
PENANAMAN
a.
pembuatan lubang
tanaman
-ukuran lubang tanaman adalah 60 cmx60
cmx40 cm berbentuk trapesium.
-lubang tanam sebaiknya dibuat 6 bulan sebelum
penanaman.
-tanah galian atas dan bawah dipisahkan.
-3 bulan sebelum tanam,lubang ditutup
2/3 bagian dengan tanah lapisan atas dicampur dengan bahan organik/pupuk
kandang/kompos.
b.
cara penanaman
>penanaman dilakukan pada awal musim
hujan,hindari penanaman pada saat panas terik.
>sebelum penanaman lubang tanam
dipadatkan dan tanah dicangkul sedalam 30 cm
>bibit ditanam sebatas leher akar,tanah
dipadatkan,polibag yang telah disobek dengan parang atau arit ditarik keluar.
>penutup lubang tanam dibuat cembung agar
tidak terjadi genanga air.
>tanaman yang mati agar segera dilakukan
penyulaman selama musim hujan.
PEMELIHARAAN
TANAMAN
1.
PEMUPUKAN
*pupuk yang digunakan adalah pupuk organik dan anorganik.
*pupuk organik berupa kompos,pupuk kandang atau
limbah kebun yang telah dibuat kompos.
*dosis pupuk aplikasi organik adalah 10-20
kg/pohon/tahun.
*dosis umum pupuk anorganik disajikan pada tabel 1.
*pupuk diberikan selama 2 kali,yaitu pada awal dan
akhir musim hujan
waktu dan dosis pemupukan pada tanaman kopi
|
No.
|
Jenis dan
dosis pupuk
|
|||||||
|
|
Awal musim hujan (g/th)
Akhir musim hujan (g/th)
|
|||||||
|
|
urea
|
Sp 36
|
kcl
|
kieserit
|
urea
|
Sp 36
|
kcl
|
kieserit
|
|
1
|
20
|
25
|
15
|
10
|
20
|
25
|
15
|
10
|
|
2
|
50
|
40
|
40
|
15
|
50
|
40
|
40
|
15
|
|
3
|
75
|
50
|
50
|
25
|
75
|
50
|
50
|
25
|
|
4
|
100
|
50
|
70
|
35
|
100
|
50
|
70
|
35
|
|
5-10
|
150
|
80
|
100
|
50
|
150
|
80
|
100
|
50
|
|
>10
|
200
|
100
|
125
|
70
|
200
|
100
|
125
|
70
|
2.
PEMANGKASAN
· Pemangkasan
tanaman kopi arabika maupunkopi robusta dapat menggunakan sistem batang unggul
maupun sistem batang ganda.
· Secara teknis
pemangkasan batang unggul lebih unggul namun memerlukan perawata yang lebih
intensif.
· Batang tanaman
TBMatau TM 1 yang mempunyai
ketinggian ±1m dipenggal dan
3 cabang primer dipotong pada ketinggian 80 100 cm sebagai unit “Etape I”
pemotongan cabang dilakukan pada ruas 2-3
dan pasangan cabang primer yang dipotong dihilangkan.
· Tunas yang
tumbuh pada cabang primer yang telah dipotong dilakukan pemotongan ulang secara
kolektif.
· Semua wiwilan
yang tumbuh pada batang dihilangkan agar pencabangan kuat.
· Setelah batang
dan “Etape I” tumbuh kuat,1wiwilan yang
tumbuh dibagian atas dipeliharasebagai bayonet dan 2-3 cabang plagiotrop terbawah
dihilangkan,kemudian dilakukan pembentukan calon tangan “Etape II” pada ketinggian
120-140 cm cara sama
seperti pada “Etape I” tetapi arahnya berbeda.
· Setelah “Etape
II” terbentuk, “Etape III” dengan ketinggian 160-180 cm.perlakuannya seperti pembentukan
“Etape I” dan “Etape II” sehingga terbentuk pangkasan “mersi”.
PENGENDALIAN
HAMA DAN PENYAKIT
1.
Nematoda
Parasit:
¤ pada pembukaan tanaman baru dan sulaman sebaiknya
menggunakan bahan tanam tahan terhadaphama ini berupa batang bawah BP 308.
¤pada tanaman yang terserang diaplikasi dengan pupuk
kandang 10 kg/pohon/6 bulan dan jamur paecyomyces lilacinus strain 251 sebanyak
25Gram/pohon/6 bulan.
2.
Penggerek buah
kopi (PBKo)
>pengendalian secara kulturteknis yaitu dengan
memutus hidup PBKo.
>pengendalian secara biologi yaitu dengan
menggunakan parasitosid dan jamur pathogen serangga ( beauveria bassiana).
>penggunaan tanaman yang masak serentak.
>penggunaan perangkap (trap) yaitu memasang alat
perangkap dengan senyawa penarik Hypotan atau brocap trap dengan kepadatan 24
perangkap per hektar selama dan setelah musim panen.
3.
Penyakit karat daun
pada kopi Arabika
#pengendalian secara hayati,menanam varietas kopi
arabika yang tahan atau toleran,misalnya lini S 795 dan USDA 762.
#pengendalian secara kultur teknis,dengan memperkuat
kebugaran tanaman melalui pemupukan berimbang,pemangkasan dan pemberian naungan
yang cukup.
PANEN
1.
Biji
kopi yang bermutu baik dan disukai konsumen berasal dari buah kopi yang
sehat,bernas dan petik merah.
2.
Ukuran
kematangan buah ditandai oleh perubahan warna kulit buah yang telah merah.
3.
Buah
kopi masak mempunyai daging buah lunak dan berlendir serta mengandung senyawa
gula yang relatif tinggi sehingga rasanya manis.
4.
Pemanenan
buah yang belum masak (buah warna hijau atau kuning) dan buah lewat masak (buah warna hitam) atau buah tidak sehat akan
menyebabkan mutu biji kopi menurun dan cita rasanya kurang enak.
5.
Buah
yang telah dipanen harus segera diolah,penundaan waktu pengolahan akan
menyebabkan penurunan mutu.
PENGOLAHAN
CARA
PENGOLAHAN KOPI:
1.
PENGOLAHAN BASAH
·
Sortasi
buah kopi,buah baik dan masak dipisahkan dari buah busuk,mentah dan dari
kotoran lainnya.
·
Buah
kopi dimasukkan dalam bak sortasi yang berisi air bersih.buah yang mengapung
dipisahkan dari buah yang tenggelam dan diolah terpisah.
·
Penguapan
kulit buah (pulp)dan pencucian lendir.
·
Fermentasi
kopi arabika dilakukan selama 36 jam,pembilasan setiap 12 jam kemudia dicuci
untuk menghilangkan lendir.
·
Kopi
gabah (kopi HS)ditiriskan beberaoa jam.
·
Untuk
kopi arabika,kopi HS dijemur sampai kadar air 30%atau dengan mesin ,dengan suhu
maksimum 45°c atau dijemur hingga12%.
·
Untuk
kopi robusta,kopi HS dijemur atau dikeringkan dengan mesin pada suhu maksimum
800°c berangsur-angsur diturunkan samapi 600°c hingga kadar air lebih rendah
dari 12%.
2.
Pengolahan
kering
·
Buah
kopi disortasi,buah bagus dan masak dipisahkan dari buah belum masak dan
kelewat masak,buah cacat dan kotoran lainnya.
·
Untuk
kopi arabika,buah koi dijemur hingga kadar air 30% dan dikeringkan dengan mesin
pada suhu maksimum 600°c atau dijemur hingga kadar air kurang dari 13%
·
Untuk
kopi robusta,buah kopi dijemur atau dikeringkan dengan mesin pada suhu maksimum
800°c hingga kadar air kurang dari 13%.
·
Buah
kopi kering yang diperoleh dikupas kulitnya menggunakan mesin penggerbus
(huller).
PENGGERBUSAN
Buah
kopi kering atau kopi HS kering digiling dengan mesin huller untuk mendapatkan
biji kopi pasat (kopi beras).penggerebusan sebaiknya menggunakan mesin-mesin
yang sudah ada.
Sumber:kementrian pertanian direktorat iendral
perkebunan 2014


Posting Komentar