emberbocor.blogspot.com


Hasil gambar untuk nyamuk aedes aegypti
Nyamuk Aedes Aegeypty
Tempat perindukan nyamuk aedes aegypti berupa genangan-genangan air yang tertampung di suatu tempat yang disebut kontainer dan bukan genangan air tanah. Tempat bertelur yang disukai oleh nyamuk aedes aegypti adalah bak mandi dengan bahan yang terbuat dari porselin atau  plesteran biasa,gentong dari tanah dan drum.(Hendrawan,1999).
Siklus Hidup Nyamuk Aedes Aegypti                                                                                                                                              kebiasaan mengigit pada nyamuk betina aedes aegypti antara pukul delapan pagi sampai jam satu siang dan jam tiga siang sampai jam lima sore. Tempat mengigit lebih banyak di dalam rumah. Darah yang di senagi adalah darah manusia dan nyamuk aedes aegypti  betina sangat aktif mengigit sampai puluhan orang bila berada ditempat orang berkumpul, seperti pada lingkungan sekolah, rumah sakit, gedung bioskop, pasar dan tempat umum lainya.oleh sebab itu nyamuk aedes aegypti tergolong nyamuk menular yang sangat efektif  dan lokasi yang demikian merupakan pusat penularan virus dague yang tinggi. ( Depkes RI ,1992). Setelah mengigit selama menunggu pematangan telur nyamuk aedes aegypti  hinggap di tempat yang disenangi yaitu tempat yang gelap,lembab dan dingin. Nyamuk aedes aegypti mempunyai kebiasaan terbang ke semua arah untuk mencari mangsa,mencari tempat bertelur, tempat beristirahat, dan tempat melakukan perkawinan.  Kemampuan terbang nyamuk aedes aegypti  antara 40 m sampai 100 meter.(Hendrawan,1999).
Morfologi Nyamuk Aedes Aegypti                                                         lingkungan adalah seluruh kondisi yang ada disekitar manusia dan pengaruhnya dapat mempengaruhi perkembangan perilaku seseorang atau kelompok.  Lingkungan adalah input ke dalam diri seseorang sebagai sistim adaptif yang melibatkan baik faktor internal maupun external.  Menurut suroso 1992 lingkungan ada dua macam yaitu lingkungan fisik dan lingkungan biologi.
1)    Lingkungan fisik                                                                          lingkungan fisik ada bemacam-macam misalnya tata rumah,jenis kontainer,ketinggian tempat,dan iklim.jarak rumah mempengaruhi jarak penyebaran nyamuk dari satu rumah kerumah lain,semakin dekat jarak antar rumah semakin mudah nyamu menyebar ke rumah sebelah,bahan-bahan pembuat rumah,konstruksi rumah ,warna dinding dan pengaturan barang-barang dalam rumah menyebabkan rumah tersebut disenangi oleh nyamuk.  Berbagi penelitian penyakit menular membuktikan bahwa kondisi perumahan yang berdesak-desakan dan kumuh mempunyai kemungkinan yang lebih besar.termasuk kontainer disini adalah jenis atau bahan kontainer,letak kontainer,bentuk,warna,dan kedalaman air.asal air mempengaruhi nyamuk dalam pemilihan tempat bertelur.ketinggian tempat tinggal mempengaruhi terhadap syarat-syarat ekologis yang diperlukan oleh vektor penyakit.  Di indonesia nyamuk aedes aegypti  dan aedes albopictus dapat hidup pada daerah dengan ketinggian 1500 meter diatas permukaan laut.  Iklim merupakan salah satu komponen pokok lingkungan fisik,yang terdiri dari suhu udara,kelembaban udara,curah hujan,dan kecepatan angin.                     
2)    Lingkungan biologi                                                          lingkungan biologi yang mempengaruhi penularan demam berdarah antara lain adalah predator, tanamaan hias, dan tanama pekarangan.  Tanaman hias dan tanaman pekarangan mempengaruhi kelembapan dan pecahayaan di dalam ruangan sehingga menjadi tempat nyamuk hinggap dan ber istirahat.


Sumber: WWW.alwanku.com
0 Responses

Posting Komentar